Rabu, 25 Juni 2025

UU KPK mengacu pada Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Saat ini, ada tiga Undang-Undang yang relevan: UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, UU No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, dan UU No. 10 Tahun 2015 yang merupakan penetapan Perpu menjadi UU. UU No. 19 Tahun 2019, khususnya, telah menimbulkan perdebatan karena dianggap melemahkan KPK. 
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 adalah dasar hukum utama pembentukan KPK. Undang-undang ini mengatur tentang tugas, wewenang, dan susunan organisasi KPK. 
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 adalah perubahan kedua dari UU No. 30 Tahun 2002. Perubahan ini, antara lain, mengubah status pegawai KPK menjadi ASN dan menambahkan Dewan Pengawas. Perubahan ini menuai kontroversi karena dianggap melemahkan independensi KPK. 
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2015 merupakan hasil penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) menjadi Undang-Undang. 
Secara keseluruhan, UU KPK mengatur berbagai aspek terkait pemberantasan korupsi di Indonesia, termasuk kewenangan KPK, susunan organisasi, dan perubahan yang pernah terjadi. 

DONASI





0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

3-comments

Akta Waarmerking Dan Fungsi Akta Waarmerking

  Pengertian Akta Waarmerking Akta waarmerking, juga di kenal sebagai akta pencocokan (atau akta pengesahan), adalah jenis akta yang di buat...

MEDIA DIGITAL GRAFIK. PT

INFLUENCER

INFLUENCER
#CUAN

CUAN

PEMASANGAN IKLAN

PEMASANGAN IKLAN
#digitalprinting

SEARCH

Popular Posts

Popular

BISNIS ONLINE

Jualan Produk Digital

ALIBABA

Popular Posts